ketika anak manusia telah terkena yg namanya cinta
maka segala hal yg berkaitan dengan orang yg ia cintai akan menjadi sangat berharga
meski hal tersebut hanyalah sebuah respon kecil, ketika kita mencintai seseorang maka kita ingin sekali memiliki orang tersebut tapi kuta tidak tau apakah orang tersebut juga menginginkan kita atau justru orang lain, memang indah rasanya jika cinta kita dapat terbalaskan tapi namanya jodoh tuhan yg takdirkan.
kita menginginka seseorang yg menurut kita baik tapi belum tentu itu baik, inilah kisah ku tentang setangkai mawar yang malang.
Dahulu, ketika aku masih SMA itulah saat saat pertama ku mengenal cinta
aku memang berbeda dengan orang lain yang sebaya dengan ku, jika orang lain berhura-hura menebar cinta ketika SMP ataupun SMA maka saya tidak mau seperti itu saya selalu saja teguh dgn pendirian saya, saya tidak mau di butahkan oleh cinta dan meninggalkan kewajiban belajar saya, dan pendirian itu bertahan hingga saya lulus SMA, ketika itu prestasi saya semakin meningkat karena saya tidak mementingkan cinta hingga ketika saya sudah dua tahun bersekolah saya mulai menaruh benih cinta pada seorang wanita yang cantik dan solehah, ya secara teknis ia adalah cinta pertama saya meski kita belum pernah bersama saya satu organisasi OSIS, sama-sama menyandang gelar ketua kelas, dan kelas kami berdampingan. hingga suatu ketika setelah kami selesai ujian saya bermaksud menyatakan semua perasaan saya, saya membawakan setangkai bunga mawar yang indah tapi ternya cinta saya ditolak dan ia lebih memilih laki-laki lain, tapi ketika itu saya bisa berbesar hati dan saya meminta kepadanya untuk membawa bunga ini kepadanya, dan hingga detik ini saya tidak tau nasip bunga yg saya titipkan kepadanya, apakah ia amanah dan menjaganya sebagai warisan dari seorang teman atau justru tlah berakhir di kotak sampah. ya itulah kisah ku.
mungkin saya hanya ingin mencurahkan perasaan saya saja, dan saya tidak peduli mau ada atau tidak ada yg membaca tulisan ini yg pasti saya akan tetap menulis dan menulis, dan ceritanya tidak akan seperti cerita di telenovela atau sebagainya, seseorang tersebut setelah membaca dan kembali pada saya tidak mungkin.
dan kisah saya selesai sampai disitu, tapi saya masih bingung bagai manakah nasib mawar saya, meski itu mawar plastik tapi cinta saya tidak palsu.
by januar sahri